jump to navigation

Hayo apakah anda termasuk rider “sambil gas injak pedal rem” Juni 23, 2012

Posted by hendrajaua in Uncategorized.
trackback

Beberapa bulan yang lalu sedang asik 3-“ng” (ngobrol ngalur ngidul) sama adik saya yang berstatus mahasiswa “jomblo”😀 , dia bercerita bahwa banyak dari teman-temannya yang mengendarai motor sambil menekan pedal atau menarik tuas (matic)  rem belakang ketika “ngegas”. Saya cukup kaget dengan fakta ini. Jika itu dilakukan oleh orang2 yang sudah berumur saya tidak heran, karena seingat saya memang orang “jaman dulu” banyak yang memakai cara ini ketika mengendarai motor, entah apa alasan pastinya saya tidak tahu. Tapi jika dilakukan oleh anak2 muda sekarang kok kayaknya aneh. Jadi saya balas obrolan adik saya dengan kata “aah mosssoooookkk”, lalu dia menjawab “bener mas, coba aja perhatiin di jalan, sambil gas pol lampu remnya nyala”. Saya balas lagi “hmm, mungkin handle rem depannya kendor, saklar rem depan gak keteken jadi lampu rem nyala mulu”. Dia kembali menukas “ah nggak mas, orang kakinya emang lagi nginjek pedal rem, temen2 sekampus banyak yang kayak gitu, makanya gue suka males minjemin vespa gue, kan sayang banget kampas remnya”.

Waah, jadi penasaran. Akhirnya saya punya kebiasaan “iseng” baru. Sambil riding vespa koneng pinjaman, iseng2 melirik kaki rider lain apa sambil ngijek rem (tentunya jika posisi dan kondisi jalan memungkinkan lho….  :D). Yang saya amati adalah pengendara motor bebek dan motor  “laki”, soalnya kalo motor matik rada susah juga ngeliriknya. Dan ternyata benar juga. Terkadang saya suka memergoki satu dua pengendara yang melakukannya dan ternyata umurnya masih muda lhoo… sekitar 20 – 35 tahun lah kira2. Malah saya pernah memergoki sebuah motor bebek yang teromol belakangnya terus “menjeriiit”, karena pengendaranya hanya sedikit melepaskan tekanan pada pedal remnya ketika membuka gas.

Pendapat saya a.k.a imho, kebiasaan ini masuk  kategori kebiasaan yang sangat buruk. Kenapa? Sudah tentu, kebiasaan ini merugikan pengendara itu sendiri. Pertama, kampas rem cepat habis. Kedua, mesin bekerja sangat keras karena lajunya tertahan rem belakang dan konsekuensinya sudah pasti: bensin boros, mesin overheat, waktu ganti oli mesin yang semakin pendek. Ketiga, rantai cepat kendor dan umurnya jadi pendek. Keempat, jika malas atau tidak tahu kapan harus ganti kampas rem, teromol pasti hancur.

So, sebelum “ngedumel” sama pembuat motor kenapa konsumsi bensinnya boros, padahal iklannya irit, coba kita cek dulu apakah kita punya kebiasaan buruk yang satu ini.

😀

 

sssst, kalo saya suka kebalikannya. Ketika harus ngerem mendadak, disaat saya menarik tuas rem depan dan injak pedal rem belakang kuat2,  kadang-kadang putaran gas masih terbuka sedikit alias belum tertutup sempurna . Jadi sering merasa bodoh sendiri, dalam hati berkata “kok rem jadi gak pakem begini” eh ternyata gasnya masih gantung……tepok jidat dah….eeeh helm……  😀

 

salam

Komentar»

1. Kelana 97 - Juli 21, 2012

Injak rem sambil ngegas saya sering lakukan Om Hendra tapi, disesuaikan sama kondisi. Biasanya kalau mau mendahului kendaraan besar. Sein kanan turun satu gigi sedikit rem gas panteng. kondisi udah ok tinggal lepas rem tarik gas naikin gigi.. (pengalaman pribadi🙂 )

hendrajawa - Juli 21, 2012

wah… kalo kebiasaan susah juga yah.. kalo saya biasanya kalo sudah yakin mau overtake gas dipanteng, gigi sesuai rpm (biasanya rpm menengah), ada celah langsung gas poll. kalo masih ragu ya ikutan aja kecepatan kendaraan di depan paling diklakson ama yang dibelakang hehehehe😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s