jump to navigation

Naik Vespa VBB ’65 warna kuning, dilirik orang terus, silau kali yah. :D Mei 11, 2012

Posted by hendrajaua in Uncategorized.
trackback

Sudah 2 minggu ini saya pinjam Vespa VBB tahun produksi 1966 berwarna kuning (kita sebut aja “si Koneng”) milik teman saya berhubung “si Coklat” (vespa saya pribadi) gak bisa kemana-mana setelah kecelakaan 2 minggu yang lalu. Naik “si Koneng” ini cukup memberi tantangan tersendiri karena minus kaca spion (dudukan spionnya belum nemu nih, maklum ori nya memang belum pake spion). Belum lagi kaki-kakinya di rubah dari ban 8 inchi menjadi 10 inchi + jok model sadel pisah. Walau tinggi saya sekitar 168 cm, tetap aja rada jinjiit😀.

Ada yang bikin saya suka geli sendiri. Ada aja orang yang nglirik-nglirik ini Vespa. Apalagi kalau bukan karena warnanya yang “ngejreng”, plus tentu saja (maaf) “pantat”nya yang seksi n semok. Ekspresinya macam-macam, hmm kalo sambil boncengin fotographer ahli snapshot, pasti seru juga bisa menangkap ekspresi orang-orang tersebut hihihihihi.

“Si Koneng ini”  mesinnya standar. Karena terbiasa dengan “si Coklat” yang sudah semi tune up, saya harus sedikit bersabar membetot gas. But it’s okay. It’s Vespa anyway. Skuter ini memang lebih asik untuk di buat berkomuter ria. 40 – 60 km/h sudah cukup untuk membelah lalu lintas kota Jakarta. Ini juga yang membuat saya senang naik vespa. Berkendara santai dengan kecepatan 40-60 km/h, jarak sejauh apapun tidak menimbulkan pegal yang menyiksa.

Dan satu lagi yang membuat saya suka sama si Koneng atau vespa lama pada umumnya, I love the sound of vintage vespa horn.. terrrt terrrt terrt, tinggi rendah nadanya mengikuti irama putaran mesin.😀 Maklumlah kan emang gak pakai aki.

Banyak yang bilang, vespa (klasik/tua) itu identik dengan satu hal. Doyan mogok. Hmm, saya rasa kembali ke pengendaranya. Selain perawatan, cara mengendarai juga perlu disesuaikan. It’s about 40 years old engine. Gak bisa main betot aja dong😀.

Lewat tulisan ini, saya mau berterima kasih kepada teman saya, yang merelakan “si Koneng” kesayangannya untuk saya pinjam untuk waktu yang cukup lama. Thanks berat bro.


Kritikan, cibiran, komentar??? Monggo…

 “si Coklat” after crash

Salam Vespa…..

Komentar»

1. Kelana 97 - Juli 21, 2012

Jadi ingat lagunya NAIF.. piknik 72 🙂 Haayyaaaah…

2. bambang - Juli 13, 2013

Saya dulu pernah punya vespa yang sama tahun pebuatan 1962, tapi sudah saya jual banyak kenangan dengan vespa klasik.

3. ablas - November 19, 2013

Salam vespa. Betul cerita si agan ini. Saya juga ada vespa si ” edhog ” tahun 65. ( Meski taon segitu sdh ngrasain jalur Ranupani – Bromo )
Memang asyk naik vespa……… Ini skrang lagi mbangun Special 90 cc

hendrajaua - November 19, 2013

wah.. mantap nih punya ’65 sama special… tob markotob bro.. sekalian super buat harian asik tuh bro (ini mah mimpi pribadi hehehehehe)…😀

4. hamka hamid - Juli 8, 2015

numpang nanya boss ada yg mau jual ga vespa ta0n 63 – 65


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s